Field Study di Arsip Nasional Republik Indonesia

Menelusur Jejak Pahlawan Melalui Wisata Arsip di ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia)

Berjasa untuk menegakkan kemerdekaan, berjuang sampai titik darah penghabisan, itulah Pahlawan. Tanggal 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan Nasional Indonesia. Memperingati hari pahlawan, mahasiswa program studi Manajemen Pendidikan Islam FITK UIN Sunan Kalijaga semester 3 mengadakan kunjungan lapangan di ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia). Kunjungan tersebut dilaksanakan pada tanggal 7 November 2019 dan diterima oleh Bagian Humas ANRI di Ruang Soemartini. Kunjungan ini bagian dari bentuk perkuliahan 'Manajemen Perkantoran dan Kearsipan' yang diampu oleh Drs. Misbah Ulmunir, M.Si. Selain itu, beberapa dosen pendamping kegiatan ini adalah Dr. Zainal Arifin, M.S.I (Sekprodi MPI) dan Nora Saiva Janana, M.Pd (dosen MPI).

Kunjungan lapangan dilakukan dalam bentuk seminar dan record tour di Layanan Diorama ANRI. Seminar dengan narasumber arsiparis ANRI, Bambang Triatno, tentang record management. Dalam pemaparan beliau, dokumen yang menjadi arsip penting untuk dipelihara karena mereka adalah penyusun sejarah perjalan bangsa. Dijelaskan pula tentang pengelolaan secara detail untuk arsip dinamis dan arsip statis. Pasca pemaparan materi, mahasiswa antusias untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengelolaan arsip sehingga diberikan kesempatan untuk berdiskusi sebelum lanjut ke record tour.

Selanjutnya, mahasiswa diarahkan untuk berwisata menelusur jejak para pahlawan dalam mempertahankan keutuhan bangsa Indonesia. Jejak tersebut terangkum dalam Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa. Diorama disajikan dalam perpaduan arsip, seni, dan teknologi. Diorama dibangun sebagai ungkapan dinamika proses perjalanan bangsa dan negara dari masa ke masa.

Dalam Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa, diceritakan mengenai rangkaian berbagai peristiwa dimulai dari masa kejayaan nusantara, perjuangan melawan penjajahan, kebangkitan nasional, proklamasi kemerdekaan, masa mempertahankan dan mengisi kemerdekaan, hingga masa reformasi. Diorama terdiri atasi 8 hall, yang memuat petikan-petikan peristiwa tertentu. Hall A, menampilkan profil-profil tokoh nasional yang memiliki peran dalam sejaran perjalanan bangsa. Hall B, memberikan informasi mengenai dua kerjaan yang berhasil menguasai wilayah Nusantara, melalui display tokoh-tokoh di era prakebangkitan nasional. Hall C, memberikan nuansa pergerakan tokoh-tokoh pemuda mulai tahun 1908 hingga tahun 1928. Catatan sejarah disajikan dalam bentuk grafis dan floating diorama, peristiwa Sumpah Pemuda sebagai point of interest pada hall ini. Hall D, membawa pengunjung untuk kembali ke proklamasi kemerdekaan Indonesia dengan ditampilkan peristiwa-peristiwa seputar proklamasi. Hall E, menampilkan perjuangan pahlawan untuk menjaga keutuhan NKRI, disajikan peristiwa-peristiwa heroik sekitar 1945. Hall F, disajikan sebuah Lorong dengan interior dramatis sehingga mengajak mahasiswa untuk merenungi peristiwa bersejarah, Lubang Buaya. Hall G, mengingatkan pengunjung pada peristiwa terpilih sepanjang tahun 1998 sampai dengan 2008 seperti pergantian Presiden RI yang sampai 4 (empat) kali, lepasnya Timor-Timur, peristiwa kesepakatan Gerakan Aceh Merdeka, dll. Pada hall terakhir, Hall H, menyediakan film sejarah perjuangan bangsa sejak tahun 1942 hingga saat ini.

Melalui wisata arsip yang disajikan dengan perpaduan seni dan teknologi tersebut, membawa mahasiswa program studi Manajemen Pendidikan Islam untuk menelusur jejak perjuangan kemerdekaan. Selain itu, wisata dalam diorama sejarah perjalanan bangsa menggugah jiwa kepahlawanan mahasiswa untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan bangsa melalui pendidikan. (Sumber: Nora SJ)

Berita Terkait

Berita Terpopuler