Academic Consultation Mahasiswa MPI Angkatan 2018

Senin, 04 Januari 2021

Penyiapan sejak dini dalam menyiapkan proposal Skripsiadalah hal penting yang akan membantu para mahasiswa. Hal inilah yang dilakukan oleh mahasiswa Prodi MPI Angkatan 2018 (semester V) untuk mengadakan "Konsultasi Akademik/Academic Colsultation" dengan Ketua Prodi MPI agar lebih memahami sejak dini proses dan syarat-syarat pengajuan Skripsi. Walaupun kegiatan ini diadakan secara mendadak dan malam hari (jam 19.30-selesai), banyak mahasiswa yang mengikutinya melalui Zoom Cloud Meeting.

Dalam presentasinya, Dr. Zainal Arifin, M.S.I sebagai ketua Prodi MPI (periode 2020-2024) menyampaikan beberapa poin penting, yaitu (1) prosedur dan syarat pengajuan proposal Skripsi yang dapat dibaca dalam pedoman Skripsi, (2) sistematika proposal Skripsi, baik dengan metode Kualitatif maupun Kuantitatif,(3) pemetaan judul-judul Skripsi kajian MPI, dan (4) proses penelitian dan penulisan Skripsi yang baik, yaitu minimalmengandung tiga hal:

  1. Kejelasan State of the art, yaitu posisi penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan peneliti-peneliti sebelumnya. Untuk memahami State of the art, seorang peneliti harus mampu melakukan literature review, sehingga peneliti dapat memetakan penelitian-penelitian sebelumnya dan dapat menjelaskanperbedaan penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian sebelumnya. Perbedaan tidak hanya cukup beda lokasi tapi beda fokus kajian, teori yang akan digunakan, dan temuan penelitian.
  2. Hasil penelitian memiliki Novelty (temuan baru) yang menjadi contribution of knowledge (kontribusi pengetahuan). Untuk mendapatkan Novelty, seorang peneliti harus menguasai teori yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian serta temuan baru di lapangan yang membedakan dengan penelitian-penelitian sebelumnya atau bahkan mengembangkan teori yang digunakan.
  3. Penelitian yang menggunakan banyak referensi dari jurnal ilmiah, baik terakreditasi nasional maupun internasional, selain itu boleh juga menggunakan buku. Referensi yang baik biasanya yang ditulis oleh para peneliti 5 tahun terakhir, apalagi terkait teori maka peneliti harus mengupgrade teori terbaru. Penulisan referensi menggunakan manajemen referensi Zotero atau Mendeley.

Minimal tiga hal tersebut yang harus diperhatikan oleh para mahasiswa dalam melakukan penelitian untuk Skripsi. Tips agar memudahkan mahasiswa dalam menyusun proposal Skripsi adalah banyak membaca referensi, baik dari jurnal, buku, prosiding, dan lain sebagainya. Semakin banyak membaca semakin baik. Berikut ini tips dalam menyusun proposal Skripsi:

  1. Tentukan minat kajian yang akan diteliti, misalnya tentang kepemimpinan, manajemen, motivasi, dan lain sebagainya.
  2. Baca sebanyak-banyaknya referensi yang menjelaskan minat kajian,misalnya minat kajian kepemimpinan.
  3. Buat pemetaan literature review untuk memudahkan fokus dan hasil penelitian yang sudah dilakukan. Dari hasil literature review belum banyak yang membahas bagaimana kepemimpinan Kiai dalam mengelola pembelajaran di pesantren padamasa pandemi Covid-19.
  4. Terjun ke lapangan untuk mencari lokasi penelitian.Pencarian lokasi disesuaikan dengan fokus kajian, misalnya mencari pesantren yang sudah menerapkan protokol kesehatan dalam proses kegiatan belajar dan mengajar masa pandemi Covid-19.
  5. Buat rancangan judul penelitian yang membedakan dengan penelitian sebelumnya. Judul ini dalam penelitian Kualitatif hanya bersifat sementara dan bisa berubah sesuai dengan temuan penelitian di lapangan, sedangkan judul penelitian Kuantitatif tidak berubah karena sifatnya menguji teori.
  6. Setiap mahasiswa mengusulkan tiga judul penelitian untuk diajukan ke Dosen Pembimbing Akademik (DPA)
  7. Mahasiswa mendiskusikan tiga judul tersebut dengan disertai argumen mengenai problem penelitian, kerangka teori yang akan digunakan, dan prosedur risetnya.
  8. Mahasiswa mengajukan 3 judul penelitian ke Ketua Prodi MPI, yang kemudian Kaprodi menentukansiapa yang akan menjadi Dosen Pembimbing Skripsi (DPS).
  9. Penentuan DPS didasarkan pada bidang keahlian sesuai dengan kajian mahasiswa dan pemerataan bimbingan dosen, sehingga tidak terjadi penumpukan bimbingan Skripsi pada dosen-dosen tertentu saja.
  10. DPS bisa diambil dari luar Prodi MPI bahkan luar Fakultas, khususnya dosen-dosen di luar Prodi/Fakultas yang mengajar di Prodi MPI sesuai dengan bidang kajian mahasiswa.
  11. Staf akademik akan membuat Surat Penunjukan DPS yang akan disampaikan kepada mahasiswa bersangkutan dan dosen yang telah ditunjuk
  12. Mahasiswa melakukan bimbingan dengan DPS untuk menyusun proposal Skripsi yang kemudian setelah di-ACC dilakukan Seminar Proposal

Semoga penjelasan ini bermanfaat dan memudahkan bagi mahasiswa MPI untuk segera menyusun proposal Skripsi, Aamiin. [04/01/2021]

Berita Terpopuler