Rabu, 16 Agustus 2017 11:58:57 WIB Dilihat : 298 kali

Salah satu program unggulan Australia Awards Indonesia tahun 2017 adalah Short Term Awards on Women Leadership Development for Islamic Women Leaders. Program prestisius ini menyeleksi 30 orang peserta dari ratusan aplikasi para pemimpin perempuan dari berbagai latar belakang organisasi perempuan dan profesi yang meliputi Perguruan Tinggi Islam, Pemerintahan, partai politik, dan organisasi kemasyarakatan.

Diantara 30 pemimpin perempuan tersebut, empat orang berasal dari UIN Sunan Kalijaga, yaitu: Witriani (Ketua PSW/ P2GHA, dosen Fakultas Adab dan Ilmu Budaya), Zusiana Ely Triantini (KIJ, dosen Fakultas Syari’ah dan Hukum), Lien Iffah Naf’atu Fina (Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam), dan Siti Nur Hidayah (Prodi MPI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).

“Organisasi akan maju lebih cepat jika mampu memaksimalkan potensi penuh dari laki-laki dan perempuan.” Ungkap Richard Mathew, Konsul Jenderal Kedutaan Australia, di Makasar ketika membuka acara pre-award workshop di Hotel Four Points by Sheraton Makasar (14/8/17).

“Program ini fokus untuk memberdayakan perempuan sebagai pemeran kunci dalam peningkatan ekonomi, pengembangan sosial dan budaya di organisasinya, dan masyarakat secara umum, serta dalam rangka membangun jaringan global bagi para pemimpin perempuan masa depan.” Tutur Widya Listyowulan, Senior Manager Short Term Award.

Peserta lainnya berasal dari berbagai lembaga seperti IMMIM, Aisyiah, Fatayat NU, Muslimat, PTIQ, Nasyiatul Aisiyah, IPMAFA, Rumah Kitab, Univ. Muhammadiyah Jakarta, Univ. Muhammadiyah Mataram, IAIN Syekh Nurjati, Komnas Perempuan Jakarta, DPP PKS, CepDes, UIN Walisongo Semarang, UNUGIRI Bojonegoro, dan IAI Darussalam Banyuwangi.

Rangkaian Program Australia Awards ini terdiri dari tiga kegiatan yaitu tiga hari pre- award workshop di Makassar (14-16/8/17), 2 minggu course di Deakin University, Australia, dan 3 hari post-course di Indonesia. Setiap peserta diminta merancang project untuk pemberdayaan perempuan di lembaganya masing-masing, karena dalam banyak kasus wanita memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan laki-laki.

Lies Marcoes, salah satu peserta dari Rumah Kitab menyampaikan bahwa project ini sangat penting untuk melahirkan kebijakan-kebijakan yang sensitif gender melalui pengelolaan jaringan dan media. Dia menggaris bawahi perlunya lebih banyak wanita yang menulis, “more women have to write” supaya suara perempuan di dengar dalam berbagai media.

Kegiatan pre-course workshop, secara intensif, dipandu oleh Prof. Shahram Akbarzadeh dan Annemarie Ferguson dari Deakin University Australia, dimulai dengan personal leadership journey, key concept untuk menjadi pemimpin perempuan, site visit ke IMMIM (Ikatan Masjid Mushala Indonesia Mutahidah), networking dan media engagement (dari Aliansi Jurnalis Indonesia), serta sharing discussion tentang women empowerment (dari LBH Apik-ch).

Sumber berita: http://uin-suka.ac.id/id/web/berita/detail/1470/empat-srikandi-uin-sunan-kalijaga-yogyakarta-menerima-australian-awards

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom