Selasa, 4 Oktober 2016 12:27:06 WIB Dilihat : 420 kali

Public Lecture “The Role Of Educatoinal Leadership In Asean Economic Community (AEC)” and MPI Appreciation 2016.

Yogyakarta, Senin(3/10)-Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga mengadakan kegiatan Public Lecture yang bertemakan The Role Of Educational Leadership In Asean Economic Community (AEC).” Selain itu, kegiatan juga dimeriahkan dengan MPI Appreciation 2016, yang merupakan penghargaan dari Prodi MPI terhadap prestasi para mahasiswa yang Kreatif, Inovatif, dan Produktif. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan Grup Hadroh dan Akustik mahasiswa/i Khatulistiwa MPI 2014.

Kegiatan yang dilaksanakan di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut mendapat apresiasi positif dari pihak UIN, sebab kegiatan ini menjadi pintu gerbang kerjasama internasional Prodi MPI ataupun UIN Sunan Kalijaga dengan Universitas Tuhn Hussein Onn Malaysia (UTHM). Kaprodi MPI, Dr. Imam Machali, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan banyak terimakasih kepada Prof. Dr. Wahid bin Razzaly [Timbalan Naib Konselor UTHM Malaysia] yang telah bersedia untuk menjadi narasumber dalam Public Lecture and MPI Appreciation 2016 dan kepada Prof. Dr. Abd. Munir Mulkhan SU yang bersedia menjadi Keynote Speech. Semoga acara ini dapat menjadi sarana kerjasama antara Prodi MPI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan UTHM Malaysia.

Sambutan juga disampaikan dari Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Dr. Ahmad Arifi, M.Ag. Beliau memberikan apresiasi yang besar kepada Prodi Manajemen Pendidikan Islam yang telah menyelenggarakan kuliah umum tersebut. “Harapan saya semoga setelah diadakan kuliah umum ini selanjutnya bisa menindaklanjuti kerjasama yang lebih kongkrit dalam program-program yang sudah direncanakan seperti pertukaran mahasiswa (student exchange) maupun kerjasama dalam hal peningkatan kualitas mutu Pendidikan Islam dan Tenaga Keguruan (alumni FITK).” Ucap Ahmad Arifi dalam sambutannya.

Harapan serupa juga disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. H. Waryono, M.Ag saat membuka acara. “Agar membangun kerjasama antara UTHM dan UIN untuk secara umum dalam kaitannya dengan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan demi meningkatakan daya saing Pendidikan Islam di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2016”, tuturnya.

Acara seminar juga dilakukan sesi orasi ilmiah dan penghargaan terhadap dedikasi Prof. Dr. Abdul Munir Mulkan, SU. selaku Guru Besar UIN Sunan Kalijaga yang telah mengabdikan pada pencerahan keilmuan dibidang Filsafat Pendidikan Islam. Dalam orasi ilmiahnya, beliau menyampaikan akan pentingnya “Manajer Pendidik Profetik dalam Konstruksi Kesalehan Makrifat”. Kemudian penghargaan diberikan oleh Zainal Arifin, M.S.I. selaku Sekretaris Prodi MPI FITK UIN Sunan Kalijaga. Selanjutnya Abdul Munir Mulkhan menuturkan, mahasiswa MPI dilatih dan dididik untuk menjadi pemimpin dalam bidang pendidikan. “Bahwa kompetensi utama dari lulusan MPI adalah pendidik, selain itu juga berperan sebagai manajer profetik guna mengembangkan potensi yang ada di lembaga Pendidikan Islam dengan berbasis Kecerdasan Makrifat” tutur Prof. Munir dalam sesi keynote speech.

Prof. Dr. Wahid Bin Razzaly dalam pidatonya menyampaikan, seorang leader berperan menciptakan perubahan untuk kedepan yang lebih baik, tidak hanya menerima. pemikiran kita tidak menjadikan kita lebih baik, tetapi perbuatan kita. “Leadership akan membentuk tarbiyah, kehidupan membutuhkan pendidikan (karakter).” Kata Prof. Wahid. Selain itu, imbuhnya bahwa ASEAN memerlukan sustainable future yaitu bagaimana untuk menanamkan kepercayaan dan minat. Tarbiyah (Pendidikan Islam) adalah suatu kekuatan untuk membentuk value dan menanamkan nilai karakter pada siswa. Karakter tidaklah boleh untuk dibunuh atau dijual. “Di sisi lain sebagai academic leadership (almuni Prodi MPI) harus memiliki empat poin utama yaitu sebagai service, research (peneliti/ilmuan), practice, serta teach,” tandasnya.

Sumber:

Poniman: Mahasiswa Prodi MPI dan merupakan aktivis kegiatan sosial dan pemerhati pendidikan di Indonesia.

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom