M Ridlo Agung, Alumni MPI sebagai Milenial Influencer

Koranindependen.co | Banda Aceh -Komunitas Ta meusyeudara yang didirikan oleh Glenn Alfarisi dan kawan kawan melaksanakan kajian rutin dengan tema, "Strategi Marketing Ideologi Gerakan Islam Transnasional".Rabu malam (04-12-2019)

Diskusi ini diisi oleh pemateri, Muhammad Ridho Agung yang pernah menulis buku dengan judul Strategi Marketing Ideologi Islam Transnasional di Perguruan Tinggi.

Ridho menyampaikan terkait beberapa aspek Transnasionalisme Islam yang beredar pada mahasiswa di kampus. Aspek seperti sosial budaya yakni alergi dengan bahasa lokal Aceh seperti mahasiswa yang baru hijrah lebih bangga dan merasa sangat Islami menggunakan bahasa "akhy" dan "ukhty" daripada menggunakan bahasa lokalnya sendiri.

"Ideologi Transnasionalisme Islam lebih diamini oleh mereka yang studi di bidang ilmu axcata, karena sesuai dengan logika berpikir yang rigid," ujarnya.

Pemateri memberikan beberapa trik cara mengcounter transnasionalisme yang beredar di kampus dengan cara memiliki wawasan keilmuan Islam yang luas dan bersanad dengan pergerakan dari internal dan berfikir secara diplomasi.

Disisi lain, pemateri sangat menyayangkan pergerakan Aswaja di Aceh belum bisa diakses oleh orang orang yang jauh di luar Dayah.

"Di era 4.0, Aswaja-Sunni harus memfasitasi ke-aswaja-an biar bisa diakses oleh semua khalayak terutama milenial di era teknologi digital. Jika ini tidak diimbangi maka bisa membawa mahasiswa terpapar arus radikalisme Islam," kata Ridho.

"Maka peran Ilmu tasawuf, juga harus diakrabkan pada mahasiswa, tambah Ridho.

Diskusi ini berjalan dengan sangat interaktif dengan semua peserta di salah satu warung kopi di Banda Aceh dengan jadwal rutin dalam seminggu sebanyak empat kali dengan tema dan pemateri yang berbeda. Begitu yang disampaikan oleh pendiri forum Ta meusyeudara, Glenn Alfarisi di sela-sela diskusi. [Riri]

Sumber:https://koranindependen.co/daerah/r-4471/komunitas-ta-meusyeudara-adakan-kajian

Liputan Terkait

Liputan Terpopuler